Jual Grosir Baju Gamis Dan Hijab Berkualitas Bagus

Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi grosir baju gamis manajerial. Pertama, pengusaha toko busana muslim harus memastikan bahwa produk yang dijual memiliki nilai religiusitas yang tinggi dan menjaga kualitas produk sesuai syariah Islam sehingga menghasilkan nilai yang dipersepsikan konsumen tinggi. Jika nilai persepsi konsumen dari produk yang ditawarkan tinggi, mereka akan cenderung mengunjungi kembali toko tersebut.

Kedua, perancang busana muslim atau pengusaha yang grosir baju gamis memproduksi dan menjual busana muslimah harus mengetahui dress code untuk muslimah agar produk yang dijual mengikuti kaidah islam. Religiusitas mempertimbangkan kualitas atau sejauh mana seseorang beragama (Idul Fitri & El-Gohary, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah seseorang yang memiliki religiusitas tinggi akan memiliki kepuasan yang tinggi terhadap produk busana muslim sesuai yang diharapkan. Kualitas suatu produk yang dinilai sesuai dengan religiusitas seseorang akan menciptakan kepuasan yang tinggi.

Jual Grosir Baju Gamis Terbaru

Ketiga, persepsi positif terhadap produk busana muslim grosir baju muslimah perlu ditanamkan pada pengunjung toko busana muslim agar dapat menimbulkan kepuasan konsumen. Cara yang efektif adalah dengan mengikuti trend fashion dan mengembangkan produk sesuai harapan konsumen yang memiliki religiusitas tinggi. CPV adalah persepsi tentang apa yang dirasakan pelanggan, dan evaluasi atribut produk, kinerja, dan konsekuensi setelah konsumsi produk akan membuat pelanggan mencapai tujuan mereka dalam berbagai situasi penggunaan (Woodruff, 1997). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi CPV maka kepuasan konsumen akan semakin tinggi.

grosir baju gamis

Keempat, kepuasan pelanggan yang tinggi akan meningkatkan keinginan untuk mengunjungi kembali toko yang sama. Teori sebelumnya mendefinisikan Kepuasan Pelanggan sebagai kunci utama untuk Niat Binaan). Sadachar dan Fiore (2016) mempelajari pengecer India menunjukkan bahwa Kepuasan Pelanggan berpengaruh pada Niat Patronase. Lebih lanjut, peneliti menemukan hubungan yang signifikan antara religiusitas dan niat patronase. Temuan ini berbeda dengan studi Jamal dan Sharifuddin (2014) tetapi mendukung studi Fara et al. (2016). Religiusitas dapat, secara langsung dan tidak langsung, mempengaruhi niat pelanggan untuk mengunjungi kembali toko busana muslim tersebut.

Pengaruh tidak langsung diperoleh melalui faktor grosir baju gamis lain yaitu CPV dan Kepuasan Pelanggan. Seorang konsumen yang religius bisa langsung berniat untuk mengunjungi kembali sebuah toko jika toko tersebut menyediakan produk sesuai harapannya. Sedangkan melalui Customer Satisfaction, konsumen perlu mempertimbangkan terlebih dahulu toko busana tersebut apakah produk yang dijual sesuai dengan tingkat religiusitasnya. Oleh karena itu, toko busana muslim perlu menjaga dan menyempurnakan produk yang mencerminkan tingginya tingkat religiusitas seseorang.

Adapun hubungan antara CPV dan Patronage Intention grosir baju gamis branded tidak ditemukan pengaruh yang signifikan, tidak mendukung penelitian Rahman et al. (2016) tetapi sejalan dengan studi Jamal dan Sharifuddin (2014). Hal ini dikarenakan produk yang diteliti dikategorikan ke dalam busana muslim sehingga konsumen sangat memperhatikan nilai religiusitas yang melekat pada produk busana muslim yang dijual di toko.

Artinya, ketika toko tidak memberikan nilai religiusitas, konsumen grosir baju gamis tidak berniat mengunjungi kembali toko yang sama. Niat untuk mengunjungi kembali toko busana muslim juga bisa karena faktor selain CPV. Misalnya, beberapa tren yang baru dan populer di tahun 2007 termasuk setelan yang lebih kecil yang dirancang oleh Thom Browne, serta kolaborasi tinggi-rendah yang dipopulerkan di lini pakaian kemeja Gap. Tentu saja, kita tidak bisa melupakan Vera Wang atau merek H&M yang mempopulerkan gaya di rak toko Target atau Kohl.